Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Usus Buntu

Galang Fadillah R.

Apa Itu Usus Buntu ?

usus buntu

Penyakit usus buntu adalah pembengkakan apendiks atau bisa dibilang usus buntu.

Tetapi usus buntu adalah organ yang berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 sampai 10 cm yang terhubung pada usus besar.

Hingga saat ini, alasan kenapa kita semua memiliki usus buntu masih belum diketahui.

Walaupun jika sudah diangkat juga tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan.

Tetapi penyakit usus buntu ini atau apendisitis berpotensi memicu komplikasi yang sangat serius.

Apendisitis adalah penyakit umum yang dapat menyerang siapa saja.

Tetapi, di kalangan muda yang berusia 10 sampai 30 tahun adalah kelompok orang yang paling sering mengalami kondisi usus buntu ini.

Gejala – gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah akan terasa sakit di bagian perut.

walaupun demikian, tidak semua jenis sakit perut akan bertuju pada apendisitis.

Sakit perut yang mengindikasikan penyakit ini biasanya berawal di perut pada bagian tengah.

Pada awalnya, rasa sakit itu akan datang dan kemudian pergi, Beberapa jam sesudahnya, rasa sakit akan berpindah ke perut kanan bawah di tempat usus buntu berada sebelum akhirnya bertambah parah dan terus menerus akan terasa sakit.

Rasa sakit akan bertambah parahapabila ada penekanan di bagian perut tersebut.

Begitu juga pada saat Anda batuk atau juga berjalan, Beberapa gejala lain yang dapat menyebabkan sakit perut itu antara lain:

  • Hilangnya nafsu makan.
  • Perut kembung.
  • Tidak bisa buang air atau kentut.
  • Mual dan muntah.
  • diare.
  • demam.

Penyakit usus buntu juga sering dikira sebagai penyakit lainnya, seperti misalya keracunan makanan, sindrom iritasi usus yang sangat parah, konstipasi biasa, dan infeksi pada saluran kemih.

Kebanyakan wanita muda juga sering mengira itu adalah rasa nyeri akibat menstruasi.

Konsultasilah kepada dokter apabila anda merasakan nyeri yang sangat parah dan terus berkelanjutan.

Langsunglah ke rumah sakit apabila sakit anda tiba” parah secara mendadak atau anda bisa memanggil ambulan.

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian besar apendisitis diprediksikan terjadi akibat tersumbatnya ‘pintu masuk’ menuju usus buntu oleh:

Kelenjar getah bening yang membengkak yang berada di dalam dinding usus. Pembengkakan ini biasanya berkembang sesudah terjadi infeksi di saluran pernapasan atas. Penyumbatan tersebut akan menyebabkan pembengkakan. Tekanan yang diakibatkan pembengkakan akan membuat pecahnya usus buntu.

Proses Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Gejala-gejala yang identik dengan peradangan pada usus buntu terkadang hanya ditemukan sebagian seorang penderita.

Gejala itu juga cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga membuat sulit untuk didiagnosis.

Karena letak usus buntu pada setiap orang berbeda – beda maka dari hal ini lah yang membuat proses diagnosa menjadi sulit.

Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada rongga panggul, di belakang usus besar atau bisa juga di bawah organ hati.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala Anda sebelum mengadakan pemeriksaan lebih lanjut yang seperti :

  • Pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasikan rasa sakit yang terjadi pada perut. Bagian di sekitar usus buntu yaitu di perut kanan bawah akan ditekan secara perlahan-lahan. Ketika tekanan itu  dilepaskan oleh dokter, sakit perut akibat apendisitis umumnya akan bertambah semakin
  • Tes darah guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya sebuah infeksi atau tidak.
  • Tes urine untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau bisa jadi batu ginjal.
  • CT scanatau USG agar kondisi usus buntu bisa diperiksa. Misalnya, membengkak atau tidaknya.
  • Pemeriksaan organ intim dan tes kehamilan bagiwanita yang belum. Prosedur ini berfungsi menghapus kemungkinan adanya atau tidaknya penyakit yang berhubungan dengan organ kewanitaan.

Langkah Pengobatan Penyakit Usus Buntu

Langkah pengobatan utama untuk penyakit usus buntu ialah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan sebagai istilah apendektomi.

Usus buntu tidak mempunyai fungsi yang penting bagi tubuh manusia dan pengangkatannya tidak akan menyebabkan masalah untuk kesehatan anda.

Menjalani operasi jauh lebih aman daripada harus menunggu hasil konfirmasi adanya peradangan usus buntu atau tidaknya. Makin lama menunggu, risiko pecahnya usus buntu akan makin meningkat tinggi.

Sama seperti semua operasi lainnya, apendektomi tetap memiliki risiko seperti munculnya sebuah infeksi pada luka yang dioperasi serta juga pendarahan.

Akan tetapi, operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan jarang menyebabkan komplikasi sampai jangka panjang.

Terdapat dua jenis apendektomi yang dapat untuk dilakukan, yaitu operasi laparoskopi atau ‘lubang kunci’ dan bedah seperti sayatan yang terbuka. Keduanya dilakukan dengan pembiusan secara total.

Operasi pengangkatan usus buntu ini melalui prosedur ‘lubang kunci’ (laparoskopi) lebih banyak dipilih seseorang, terutama bagi pasien manula atau yang mengalami obesitas atau gemuk.

Laparoskopi hanya membutuhkan beberapa sayatan saja untuk melakukan operasi ini karena hanya beberapa sayatan saja hal ini yang membuat bekas luka sayatan akan cepat sembuh.

Pasien biasanya akan bisa pulang juga sudah satu hari atau beberapa hari di rumah sakit karena cepat sembuh.

Namun, tidak semua penderita penyakit usus buntu bisa menjalani operasi laparoskopi, misalnya karena usus buntu sudah pecah atau infeksinya yang sudah menyebar luas.

Apabila hal ini terjadi, penderita membutuhkan prosedur bedah sayatan terbuka untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga bagian perut.

Proses operasi ini biasanya memakan waktu pemulihan selama satu minggu sebelum pasien akan  diizinkan pulang.

Pasien biasanya bisa kembali beraktivitas secara normal dalam 2 hingga 3 minggu atau bahkan 1 bulan.

Tapi aktivitas berat disarankan untuk dihindari selama 1 atau 2 bulan setelah menjalani operasi.

Pemantauan masa pemulihan juga sangatlah penting. Segera hubungi dokter atau rumah sakit tempat yang mengoperasi jika Anda mengalami suatu gejala-gejala infeksi seperti antara lain muntah-muntah, rasa nyeri dan pembengkakan yang semakin parah, demam, luka operasi terasa panas, atau bahkan ada cairan yang keluar dari luka operasi.

Penyakit usus buntu juga dapat menyebabkan gumpalan atau benjolan pada usus buntu yang terdiri dari jaringan usus buntu dan juga lemak.

Benjolan itu terbentuk karena upaya alami tubuh untuk mengatasi radang usus buntu tersebut.

Kebanyakan dokter tidak menganjurkan Anda untuk segera menjalani suatu operasi.

Anda akan diberikan antibiotik selama beberapa minggu agar infeksi gumpalan di usus buntu berkurang sebelum anda dioperasi.

Komplikasi Pecahnya Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak diobati lebih berisiko untuk pecah dan dapat berakibat lebih fatal.  Segera hubungi rumah sakit jika sakit perut Anda mendadak terasa makin parah dan menyebar ke seluruh bagian perut anda.

Ini mengindikasikan kemungkinan pecahnya usus buntu yang dapat memicu sejumlah komplikasi seperti:

  • Peritonitis Ini adalah peradangan peritoneum, yaitu jaringan tipis yang melapisi dinding perut pada bagian dalam dan organ-organ di dalam rongga perut, Peradangan ini disebabkan oleh suatu bakteri dari dalam usus buntu yang sudah pecah. Gejalanya meliputi sakit perut yang parah dan akan terus-menerus, muntah, detak jantung cepat, demam, daerah perut yang membengkak, serta napas yang sangat pendek dan sangat terengah-engah. Komplikasi yang satu ini biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik dan operasi pengangkatan di usus buntu anda.
  • Abses yaitu kantong kumpulan nanah yang terasa sangat sakit. Komplikasi ini dapat muncul sebagai usaha alami pada tubuh anda untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang sudah pecah. Penanganannya yang dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau terkadang dengan antibiotic juga bisa. Jika ditemukan dalam operasi, abses dan bagian di sekitarnya akan dibersihkan dengan sangat hati-hati dan juga diberi antibiotik.

Baca Juga :
– Cara Menurunkan Berat Badan
– Tips Agar Langsing Alami Dengan Cepat Dan Tepat
– Obat Radang Amandel Alami

You Might Also Like

Most popular articles related to Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Usus Buntu